CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 14 Mei 2015

Tiga Tahun Enam Bulan dan Lima Hari

Your subtleties

They strangle me
I can't explain myself at all.
And all the wants
And all the needs
All I don't want to need at all.

The walls start breathing

My mind's unweaving
Maybe it's best you leave me alone.
A weight is lifted
On this evening
I give the final blow.

When darkness turns to light,

It ends tonight
It ends tonight.

A falling star

Least I fall alone.
I can't explain what you can't explain.
You're finding things that you didn't know
I look at you with such disdain 

The walls start breathing

My mind's unweaving
Maybe it's best you leave me alone.
A weight is lifted
On this evening
I give the final blow.

When darkness turns to light

It ends tonight,
It ends tonight.
Just a little insight won't make this right
It's too late to fight
It ends tonight,
It ends tonight.

Now I'm on my own side

It's better than being on your side
It's my fault when you're blind
It's better that I see it through your eyes

All these thoughts locked inside

Now you're the first to know


When darkness turns to light

It ends tonight,
It ends tonight.
Just a little insight won't make this right
It's too late to fight
It ends tonight,
It ends 

When darkness turns to light

It ends tonight,
It ends tonight.
Just a little insight won't make this right
It's too late to fight
It ends tonight,
It ends tonight.

Tonight

Insight
When darkness turns to light,
It ends tonight.

-The All American Rejects-

And yeah, it ends tonight...


Selasa, 07 April 2015

Tabayyun

Baru2 ini seorang teman terkena masalah karena sebuah media menuliskan namanya sebagai "subjek" dari sebuah pemberitaan, padahal teman tersebut bukanlah pelaku utama, di zaman socmed seperti ini si teman sesungguhnya hanya meretweet alias menshare ulang status orang lain yg merupakan the real subject. Tapi, karena berita sesat tersebut akhirnya si teman lah yg menjadi bahan bulan2an orang2 seantero mayapada. Dan karena di pemberitaan tersebut si teman disebutkan "berulah" dengan teman2nya, jadilah ada foto saya dan teman2 yg juga ikut2an di cap sebagai mamah2 muda geng charger listrik, padahal baik teman saya berikut saya dan teman2 lainnya ga tau menahu soal kejadian sesungguhnya yg dibicarakan dalam berita tersebut. *getok*.

Saya memang sudah lama tidak percaya dgn berita2 di media, hasil wawancara yg tidak terlalu penting dengan saya saja hasilnya bisa beda kok di tulis di media, apalagi yg punya pengaruh besar. Kesalahan media tersebut adalah tidak melakukan kroscek atau menggali kebenaran dan hanya menampilkan pandangan dari satu point of view.

Barusan, saya membaca status tentang seorang wanita yg merasa dirinya dimata-matai dan dibuat tidak nyaman hanya karena ia membaca kitab suci di ranah publik. Tentu hal ini juga menggegerkan dunia mayapada yg kemudian menuduh bahwa banyak orang sekarang menjadi fobia dgn agama tertentu yg merupakan agama mayoritas, dan menuduh yang

Saya tidak ingin membicarakan perihal media yang bobrok ataupun tentang masyarakat Indonesia yg begitu mudahnya tersulut emosi dan reaktif ketika mendengar suatu berita tanpa tahu kebenarannya.

Di cerita pertama teman saya bersusah payah meluruskan berita dan menegakkan kembali nama baiknya dengan perjuangannya sendiri, dibantu oleh teman2 yg peduli. Akhirnya beberapa orang bisa sadar kalau teman saya ini hanyalah korban error in persona, alias salah orang.

Di cerita kedua, ada seorang wanita yg penasaran kemudian menelusuri tentang maksud si bapak2 menanyai wanita tersebut, ternyata maksud bapak2 tersebut tidak sedikitpun melecehkan atau mencurigai wanita yg membaca kitab suci tadi, ia hanya kagum di tengah banyaknya orang yg tidak lagi peduli dengan agama, masih ada yg meluangkan waktunya membaca kitab suci.

Saya jadi teringat di kelas hukum jual beli perusahaan, dosen saya Bapak Huda berkata setelah ia memberitahukan jawaban dari pertanyaan yg diajukan "bertabayyunlah", bertabayyun sendiri berarti meneliti, mencari kebenaran hingga terang dan jelas. Saya juga teringat ketika masih maba dulu, salah seorang senior pemegang predikat mahasiswa berprestasi berkata, kunci menjadi mahasiswa berprestasi adalah "jangan percaya apa kata dosen". Awalnya saya bingung, tapi kemudian saya paham. Dosen demikian pula dgn manusia lainnya di dunia ini, tidak selalu benar, ada kalanya mereka khilaf dan salah, ada kalanya mereka ngetes mahasiswanya juga dgn sengaja salah, tujuannya, supaya kita belajar, supaya kita baca lagi literatur2 lain, peraturan perundang2annya, dll.

Tidak bijaksana untuk membentuk opini dari satu sudut pandang cerita, tidak bijaksana untuk langsung percaya pada apa yg dikatakan orang, dan sungguh tidak bijaksana apabila kita sampai merendahkan, merasa menjadi yg paling benar, menghakimi, setelah mendengar tentang sesuatu.

Bertabayyunlah....
Carilah kebenaran dgn teliti, carilah sudut pandang lain dari suatu cerita dan peristiwa, belajarlah untuk mendengar, membaca dan melihat dengan lebih luas, berpikiranlah terbuka, dan tidak ada yg salah dengan mengakui kesalahan, yg salah adalah dengan tidak mencari kebenaran.

#ANoteToMyself


Rabu, 25 Maret 2015

Nasi Goreng

Hari ini gue ke pengadilan agama depok sama bang meedy dan bang toni untuk suatu sidang, di perjalanan pulang perut kami pun sudah bergejolak dan awalnya mau makan bebek slamet tapi ternyata ga ada parkir, jadinya kita mampir ke roti bakar eddy. Gw mesen nasi goreng, dan Bang meddy tiba2 cerita soal nasi goreng yg gaenak di restoran mie ayam berkat di margonda, gw tanya emang kenapa gaenaknya? Ternyata menurut penuturan bang meddy rasanya kaya nasi goreng dengan bumbu ind*food siap saji.

Tiba2 gw pun teringat kalo gw suka masak nasi goreng dari sma, dan pake bumbu ind*food, gw pun bahkan pernah ngewakilin Freaks alias XI IPA F buat ikutan lomba masak nasi goreng bareng fina dan golda, pun ga menang sih hahaha. Tapi nasi goreng gw itu laku banget lho, nasi gorengnya gw kasih bakso, udang, dll, dan tiap kali gw bawa nasi goreng pasti langsung pada rebutan dan langsung ludes, bahkan gw bikin nasi goreng sebagai kado ulang tahun buat beberapa orang, bahkan Insan pernah request dimasakin nasi goreng -bahkan untuk seumur hidup-, pernah gw post juga disini tentang itu haha, yang mana sampe sekarang, sekian tahun kemudian gw masih aja belom pernah masakin Insan nasi goreng. Gw rela bangun pagi2 buat masakin temen2 gw nasi goreng karena rasanya bahagia banget ngeliat orang makan hasil masakan kita dengan lahap, sekarang gw bahkan udah gainget kapan terakhir kali masak nasi goreng, pernah masakin buat si kakanda sekali sih maybe around last year.

Gw jd inget suka ngasih kado orang dengan hasil masakan gue, andalan gw selain nasi goreng adalah spaghetti, dan itu juga laku banget hahaha. Waktu sekeluarga masih diet, bokap gw bakal makan lahap kalo gw yg masak, karena unik2 ga monoton kaya masakan mbak gw, dan begitu juga adek gw beserta teman2nya, lahap banget kalo makan masakan gue. Sepupu gw pernah request gw masak telor dadar, padahal cuma telor dadar doang tapi dia maunya harus gw yg bikin.

Kenapa ya? Mungkin karena gw kalo masak pake cinta kali ya hahaha. Ah sudah lama ga nyentuh dapur.

Just a Random Thought

From a random girl

It's been a while since I wrote something here, I am fully stuffed with college and beauty thingies, especially my undergraduate thesis *finger cross*.

But, I feel that it would be a waste if I didn't write my random thought of the day here kkkk *who's gonna read this anyway*.

Facing Jakarta's traffic jam, alone, gives me sometime to think about anything that came across my mind, and this morning I was contemplating about the difference between smandel's boys and other boys.

I am not someone who embrace gender equality, feminism and whatsoever. In my opinion boys and girls were created different and we should just accept that. I do think that boys/men/males are there to protects us the girls/women/females. They are not more superior than us, nor us to them, but I mean just accept the fact that we are created different.

I am someone who use a lot the "I am a girl" excuse in many circumstances kkkk. In smandel a.k.a sman 8 Jakarta, a place where I  spent a wonderful 3 years of high school life, I joined organization which consist of more boys than girls.

Okay karena ini bagian curhatnya jadi pake bahasa indonesia -yg sayangnya belum baik dan benar- aja ya biar lebih seru. Jadi gw ngerasa di SMA itu gw dimanja banget sama para cowok2nya, gak dimanja juga sih but I can count on them, emang sih mereka kadang suka jail, but most likely mereka itu gentle, dimulai dari hal2 sekecil bantu ngebawain tas, ngasih tempat duduk, pindah ke sisi darimana mobil dateng kalo nyebrang, dipinjemin jaket kalo kedinginan,nemenin pulang, memastikan gw naik kendaraan yg benar, dan banyak hal2 kecil yg dulu mungkin gw anggap biasa aja tapi skrg gw baru sadari kalo itu gw kangenin haha, gw merasa dilindungi dan dihargai aja sebagai cewek.

Sekarang, bukannya cowok2 yg gw kenal ga gentle sih, but I just miss those little things yg tanpa gw sadari seringkali ga gw temuin dari kebanyakan temen2 cowok lain haha. Terus gw mikir apa ya yg bikin beda, and tiba2 gw keinget kaderisasi subsi, saat kader subsi dan LKS, ditekenin banget kalo cowok2 itu harus care sama cewek2nya, harus ngelindungin cewek2nya, dan yg cewek jg harus bantu dan kasih semangat ke yg cowok2, dan gw baru mikir kalo mungkin itu yg ngebuat beda, tanpa kita sadari mgkn apa yg diajarin pd saat kader itu bener2 melekat sama diri kita, tp karena itu hal yg normal dan simple aja sebenernya jadi kita gak terlalu ngeh, gw pun sbnrnya gak ngeh2 banget sih, entah angin apa yg tiba2 bikin gw ngeh. Mungkin krn kemaren pas gw lg sibuk dan butuh bantuan ga ada cowok yg inisiatif bantuin sampe harus disindir dulu, udah disindir pun yg cewek yg bantu bukan yg cowok, dan setelah gw pikir2.... pas gw ga kebagian tempat duduk ga ada atau jarang ada cowok yg ngalah, atau pas bawaan gw banyak bgt ga ada yg otomatis ngulurin tangannya, dan gw belom pernah sekalipun dipinjemin jaket haha pun gw kadang ngeluh kedinginan, apalagi digendong :p

Gw gatau sih skrg kader di 8 kayak gimana, tapi gw berharap value2 kayak gitu tetap melekat di anak2 8, cause even the smallest and simplest things do count.

Huwaa jd kangen sma :(



Minggu, 23 November 2014

Kemarin

Sabtu, 22 November 2014
Bangun pagi2 jam setengah 7, ngeblog karena banyak utang postingan.
Ngecharge DSLR buat dibawa nanti.
Diminta mami bantuin make up buat ke acara ultah temennya
Mandi
Ga sempet dandan, rencana pulang lg buat makan dan dandan di rumah, kamera DSLR ditinggal dulu.
Ke gancit, rencana jam 10 kenyataan jam 10.30 baru berangkat, toh gancit only 10 minutes away from home.
Rencana ke gancit sebentar aja ke reopening etude beli diskonan 50% krn byk yg nitip plus dapetin goody bag nya.
Kenyataan sampe gancit udah super penuh dan antri banget buat ke etudenya.
Rencana jam 11an balik ke rumah, kenyataan jam 11 belom jg kebagian masuk tokonya, jam setengah satu baru beres dr etude, buru2 mau makan udah antri di AW taunya lupa gapunya cash dan disana gabisa debit, lari2 dulu ke atm, balik lagi ke AW, kursinya penuh, asal duduk sama ibu2 yg lagi sendirian, makan secepat kilat beli ayam 2 tapi yg dimakan cuma satu, satunya bungkus sama root beernya juga.
Jam 1 lewat baru keluar dari gancit, acara di plaza Indonesia jam stg 2 langsung lah cus kesana, gagal pulang ke rumah, gagal dandan gagal bawa DSLR.
Sambil nunggu lampu merah lipstikan dan alisan, biar ga kebanting2 amat ama yg lain yg pasti udh dandan super kece.
Sampe PI belom pernah kesana jadi nyasar malah masuk loading dock dan harus bayar 7000, kayaknya banyak jg mobil yg tersesat kayak gw, sumpahlah secure parking disana pasti banyak untung dr mobil2 yg salah masuk dan keluar2 harus bayar 7000.
Parkirnya macet, mau parkir aja antrinya lama bener, ga ada sinyal, yg lain entah pada dimana.
Akhirnya berhasil dapet parkir dan naik lift lgsg ke lantai 4
Muter2 lantai 4 ga ada tanda2 studio glam glow ternyata itu PI extension. Jadi nanya satpam katanya harus turun lagi nyebrang ulalalala.
Sampai di PI, gelaaap, toko2 gelap, orang2 di celfit pada keluar, ternyata PI nya mati lampu, asli baru sekali ngalamin mati lampu di mall untung ga lagi d lift atau toilet sendirian, yg rame aja horor.
Eskalatornya mati, tapi akhirnya sampai juga ke glam glow, ketemu sama Clozette ambassador dan beauty blogger lain, nyobain maskernya, foto2 dan foto2 dan foto2.
Kelar2, eskalator masih belom nyala.
Ke Make Up Store buat appointment nail art.
Nyebrang jalan kaki ke Grand Indonesia ke openingnya kay collection, banyak bgt beauty bloggernya, akhirnya jadi ajang temu kangen, silaturahmi dan tentunya more foto2.
Pertama kalinya nyobain maqui's, akhirnya, selama ini penasaran tapi sayangnya mahal dan bikin gendut.
Nyebrang ke east mall Seibu ke counter the balm, ambil lucky dip, dapetnya voucher beauty in 5 minutes, setelah puluhan kali nyoba.
Nyebrang lagi ke Plaza Indonesia buat dibikinin nail art, ngapus kutek yg lama susah banget penuh perjuangan. Akhirnya berhasil juga, dan dibuatin nail art bergambar beruang lucu gratis hehehe.
Sebelom pulang makan dulu sama ka Sophie di Urban Kitchen, akhirnya makan sushi, pertama kalinya makan sushi ada kejunya dalemnya.
Pas mau pulang liat jam tinggal 9 menit sebelom tarif parkir nambah 4000 lagi, lari2, tetep ga kekejar.
Alhamdulillah duitnya bisa direimburse ke kantornya ka Sophie.
Pulang, jalanan sepiii banget, ga wajar untuk ukuran malam minggu, apalagi baru jam 8an, apa karena bbm naik? Entah lah. Kalo setiap hari bisa kaya gitu sih terutama jalan ke dan dari kampus, aku senang.
Pulang
Ketiduran di kamar mami
Mami papi pulang
Tidur di kamar sendiri
Kebangun oleh perut yg meronta2 dan disadarkan belon cuci muka lalala
Balik tidur lagi

Minggu, 09 November 2014

Third

Nobody said it is going to be easy
Thank you for believing that it will be worth it
Let's stay beside each other for another years to come
Happy third anniversary :)
Cheers!

Senin, 03 November 2014

Grateful

Regarding my previous post...
Kemaren gw nonton Just Alvin dgn bintang tamu Dian Sastro, lalu Alvin bertanya kenapa Dian selalu keliatan happy, dan dia jawab waktu itu dia pernah baca buku dan di buku itu ia dapat inspirasi buat nulis 10 hal yg bikin dia bersyukur setiap ia bangun dan sebelum tidur, dan setelahnya ia ngerasa hal2 kecil yg ia syukuri malah dilipat gandakan oleh Allah, and sure grateful makes you happy.

Mungkin selama ini gw kebanyakan ngeluh, kebanyakan ngiri, kebanyakan penyakit hatinya yg ngebuat gw jadi cenderung negatif. Dan mulai sekarang gw bakal berusaha coba resepnya Dian Sastro, mencoba menulis 10 hal yg gw syukuri setiap harinya sekecil apapun itu. Kalo disuruh tulis hal2 yg gw keluhkan pastinya banyak dan tak berujung, tapi kalo hal yg bisa disyukuri? Belum tentu. Makanya kita coba ya dari hari ini

1. Alhamdulillah bisa saur bareng2 sama mami papi dan lauknya masakan Manado yg enak
2. Alhamdulillah hari senin tapi bisa bangun siang karena kuliah siang
3. Alhamdulillah jalanan ga semacet biasanya
4. Alhamdulillah parkiran FH ada yg kosong jd gaperlu parkir di FIB kaya minggu2 kemaren
5. Alhamdulillah dosennya masuk dan ngajar dengan bener ga kaya beberapa kuliah di minggu2 yg lalu
6. Alhamdulillah ngerjain tugas asuransi tepat waktu
7. Alhamdulillah pas pulang jalanan juga ga terlalu macet
8. Alhamdulillah bisa buka puasa dengan lauk lengkap dan enak
9. Alhamdulillah bisa nulis satu blog post baru di rumahcantikputri.blogspot.com
10. Alhamdulillah hari ini bisa nonton the return of superman walaupun sebentar, mayan refreshing liat bayi

Ternyata.... Ga semudah itu lho mikirin 10 hal yg bisa disyukuri hahaha. Mari kita coba lagi besok :)

Baca Juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...