Rabu, 29 Agustus 2012
When we love we will ask how instead of why
Isn't it better?
How to make them happy?
How to express my love?
How to not dissapoint them?
How to make them feel loved?
You won't question
Why should I do this and that for them?
Why should I trust them?
Why should I listen to their words?
You know the answer already
Because of love
And love is not suppose to have any reason
Sometimes there are things that you can't reach through your five senses, not even your smart brain, but those things are there, exist, just simply feel it with your heart.
Love
Have faith
Stop questioning
Sabtu, 18 Agustus 2012
Saat yang Bikin Kangen Masa-Masa Sekolah
Kenapa jadi kangen masa2 sekolah?
Ramadhan entah kenapa skrg jd cukup hambar rasanya, gak terasa tiba2 aja udah mau lebaran, perasaan belom juga ngapa2in.
Dulu waktu sekolah Ramadhan berasa banget suasananya, mulai dr kelaparan dan kehausan bareng2, lomba2 baca Quran kalo bisa sebulan khatam, ngisi kotak amal tiap hari, bagi2 zakat fitrah, bikin kue lebaran bareng2, rame2 ke mesjid buat solat tarawih, nongkrongin tv gonta ganti chanel nunggu yg adzan maghribnya duluan, ada mabit atau sanlat, dan sebagainya yg bijin Ramadhan emang bener2 beda dari bulan2 lainnya dan bener2 dirindukan kedatangannya.
Sekarang tolong jangan ditanya, malu, baca Quran seadanya, terawih bolong2, yah pokoknya ga sebergairah dulu rasanya, apalagi cuma ngelewatin puasa di rumah aja karena libur, dan ditambah kemaren ke negeri orang yg muslimnya minoritas dan gak berasa kaya lg bulan Ramadhan sama sekali.
Sekarang masalah hari kemerdekaan Republik Indonesia tercinta...
Dulu waktu sekolah setiap 17 Agustus pasti upacara, pas masih di AF pasti ga ketinggalan buat jd petugas upacara dan ada dramanya juga abis itu, terus abis upacara sibuk ikutan lomba2 di sekitar rumah atau di sekolah jg biasanya ada, entah itu balap karung, lomba makan kerupuk, panjat pinang, tarik tambang, belut, dan macem2. Kalopun ga ikutan paling nggak ikut nyorakin yang lomba. Dekorasi serba merah putih terlihat disana sini.
Sekarang, 17 Agustus rasanya sama aja kaya 364 hari lainnya, bedanya banyak orang2 yg update status ngucapin selamat ulang tahun/ dirgahayu/ selamat hari kemerdekaan, dan sejenisnya, dan munculnya kalimat2 semacam "Indonesia katanya sudah sekian tahun merdeka tapi sebenarnya Indonesia masih belum merdeka masih terjajah dengan blablabla" kasian banget para pejuang yang udah setengah mati bahkan ampe mati memperjuangkan kemerdekaan Indonesia... Buat saya negara Indonesia sudah merdeka, mungkin bangsa Indonesia aja yg perlu belajar memerdekakan diri sendiri, kalo emang masih merasa terjajah dengan blablabla sudahkah berusaha memerdekakan diri? Menjadi orang yg merdeka atau terjajah dengan you-name-it itu pilihan kita sendiri. Lha terus kok saya malah jadi ikut2an -__-"
Seiring bertambah tua umur dan dalam proses menjadi dewasa ini saya gamau jd orang yg less religious dan less nasionalis, tentu saja, semoga bisa deh.
Akhir kata
Karena kemarin ulang tahun Indonesia jadi saya mau mengucapkan dirgahayu Indonesiaku yang ke 67, semoga negara Indonesia semakin gemah ripah loh jinawi dan diperlakukan sebaik2nya oleh bangsa Indonesia yang beragam ini.
Dan karena besok Idul Fitri jadi saya mau mengucapkan taqaballahuminna waminkum, selamat hari raya Idul Fitri 1433 H, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah Swt dan menjadi pemenang yang sesungguhnya, dan dipertemukan kembali dgn Ramadhan yg akan datang.
Senin, 11 Juni 2012
Kembalian
Gw ga bilang apa2, gw menunggu kembalian, mungkin kalian berpikir gila lo pelit banget kembalian segitu aja ditungguin, okay gw ralat gw menunggu si supir menyerahkan atau paling tidak beritikad untuk menyerahkan kembalian barulah gw akan bilang kembaliannya ambil aja pak. Tapi tidak tampak itikad si supir untuk mengembalikan uangnya, gw jg ga menanyakan perihal kembaliannya, toh ujung2nya akan gw berikan juga, gw cuma mau melihat kejujuran dan integritas dari supir taxi ini. Gw sampai terdiam agak lama setelah menyerahkan uang itu. Akhirnya yasudah karena sudah sampai ditujuan gw pun turun dari taxi itu, mungkin si supir bisa membaca pikiran gue yg emang mau ngasih uang kembaliannya buat dia tanpa gw harus berkata2.
Gw pernah naik taxi dengan warna lain, saat itu kembalian gw juga setara sekitar 2000 rupiah tapi si supir beritikad untuk mengembalikan apa yang memang menjadi hak gw sebagai penumpang dan gw senang dan tentunya dengan senang hati bilang agar dia menyimpan saja kembaliannya, lalu pak supir itu mengucapkan terimakasih dengan wajah sumringah.
Kejadian kaya gini tentu sering, di taxi, di swalayan, di penyedia barang atau jasa yang tanpa penghitung uang bahkan. Hemm, I don't know gw cuma menganggap mungkin kita sering ga sadar melakukan penggelapan2 kecil yang nilainya emang ga seberapa dan tanpa rasa bersalah, tapi kalo itu semakin besar dan semakin lumrah dan berubah menjadi budaya???
Taking other's right is not good
Not being honest is not good
Not showing integrity is not good
Picture taken from 9gag
Minggu, 18 Maret 2012
Miss and Dream
It only needs a picture, sound, smell or taste and I might recall all the memories and miss every single moment related to that.
Sometimes, I pity myself, the feeling of missing something/someone or everything is not a pleasant one, moreover it makes me wanna cry because it feels like there is something inside my chest that can not be explained and just stay there.
And when I miss something, I tend to dream about it.
Recently,
I miss my friend Joice. She is studying in the USA, and nights ago I dreamt about going to USA just to meet her.
I miss my boyfriend, and then he came to my dream, in that dream, he kissed me so that I would wake up, just like those in the fairy tales. haha.
I miss my Chennai life, last night I dreamt about visiting the Egmore flat, I met my flatmates, there were newcomers too, and some of them were Indonesian. Very funny.
Maybe, thats why I like sleeping very much :p
Senin, 02 Januari 2012
Counting Days Before My Life Changing Experience
okay mari kita move on, sesuai judul, gw akan segera mengalami life changing experience (gitu sih kalo ngikutin tag line nya aiesec). Hari ini gw ke kedutaan India untuk yang ketiga kalinya, jadi yang pertama gue dateng awal desember, katanya berkas gue kurang dan kecepetan kalo mau apply visa buat januari, gw disuruh balik lagi setelah tanggal 29 Desember dan gw akhirnya balik tanggal 30 desember, ternyata si ambassador atau siapalah yang bagian pendidikan itu lagi cuti, jadinya gw disuruh balik lagi hari ini. Akhirnya tadi gw dateng, disuruh nunggu di ruang visitor karena orang yang bersangkutan bernama Mr. Gupta itu lagi rapat, gw bilang sama resepsionisnya kalo visitor's roomnya terlalu dingin, padahal cuaca jakarta hari ini juga lagi dingin banget, akhirnya gw diperbolehkan nunggu di ruang tunggu supir, ada 2 supir kedutaan disitu, terus mereka ngajak ngobrol, ada bapak-bapak yang cerita tentang anaknya yang udah lulus jadi akuntan, terus gw dipesenin kalo nanti jadi ahli hukum jangan mau berurusan ama TNI, mereka mungkin mau ngaku salah tapi bisa-bisa abis megang kasusnya (dan menjatuhkan hukuman) gue ilang, mungkin karena itulah ya pengadilan militer itu hakimnya harus anggota militer yang pangkatnya lebih tinggi atau sederajat. Lanjut akhirnya meetingnya kelar, gw dianterin sama Mbak Andhini ke ruangannya Mr. Gupta, terus dia nanya-nanya gitu gue mau ngapain, tapi dia gatau AIESEC itu apa jadinya gue nungguin dia googling dulu, baca-baca di wikipedia, terus nanya-nanya lagi, terus dia menuliskan sesuatu di berkas gue dan gue disuruh ke bagian apply visa. Terus gw apply visanya, bayar dan pulang, besok udah jadi visanya, lusa tinggal berangkat.
Perjalanan gue buat dapetin project di aiesec ini tidakah semudah membalikkan tangan, panjang bok, setelah melalui tahapan seleksi berupa berkas, focus group discussion dan interview akhirnya gw dan banyak anak UI lainnya lulus untuk mengikuti program GCDPnya aiesec. Terus pertamanya gw maunya ke Eropa, akhirnya wawancaralah gw sama pihak Hungary, setelah lamaaaa banget ga ada kabar, kata EP manager gue suruh ganti project aja, terus gw wawancaralah sama Ukraina, abis itu ternyata nyokap gue ga ngebolehin ke Eropa karena winter, jadi takut gue beku (yah AC ruang tunggu kedutaan aja udah ga kuat) akhirnya disuruhlah gue ke India. Awalnya gue mau project animal welfare di Hyderabad, katanya kota paling waras di India. Ternyata projectnya udah penuh, terus gue ditawarin antara project di Chennai atau di Gujarat. Pas gw cek-cek tiket pesawat ternyata harga ke Gujarat itu 2x lipatnya Chennai, dan Chennai kayaknya juga lebih famailiar akhirnya gue milih yang di Chennai. Ternyata oh ternyata projectnya itukan ngajar, tapi yang gue ajar anak-anak HIV AIDS gitu terus gabolehlah sama nyokap, padahal udah beli tiket pesawat segala macem, akhirnya gw pasrah, gw pikir gw ga bakal jadi berangkat, nyokap sampe dateng ke kantor aiesecnya buat ngusahain biar project gw diganti atau dipindah ke summer, terus yaudah deh, pasrah lagi, tapi gw masih berusaha ngehubungin aiesec chennai buat ganti project (berarti ga pasrah-pasrah banget), semoga project gw bisa d switch, setelah berhari-hari tak ada balasan, akhirnya secercah harapan muncil, ternyata ada 2 project lain di Chennai pada tanggal yang gue mau, akhirnya tiket pesawat dan kontrak gw batal angus *sujud syukur*.
Visa gw ngurus sendiri, tiket pesawat juga, yang lain gw tanya katanya pada ngurus lewat agen, yah sayang aja padahal pengalamannya mayan loh ngurus visa sendiri, walaupun agak rebek juga haha. tapi pengalaman guru paling berharga kan? hehehe. Terus pada heran gitu gue bisa dapet pesawat murah, haha, mari saya kasih tau triknya, jadi gue memilih berangkat lewat KL karena itu harga tiketnya setengah kalinya berangkat langsung dari Indonesia. Travel insurance juga udah apply, segala pernak-pernik oleh-oleh, tas, baju, sampe rendang, abon, teri kacang, kentang kering juga udah disiapin *ini nyokap mau nyuruh gw bikin kondangan apa di India*, terus yah pokoknya udah siap lahir batin insya Allah, denger cerita-cerita dari yang udah pergi tuh makin bikin ga sabar, pengalaman apa yang bakal gw dapet disana. Walaupun karena gw pergi ini gw akan melewatkan banyak kongkow-kongkow sama temen-temen SMA, tapi insya Allah worth it lah ya. wish me luck people!
Sekarang rasanya deg-degan, belom pernah sekalipun pergi jauh tanpa keluarga atau tanpa orang yang dikenal, paling pernah pergi tanpa keluarga tapi sama temen atau sama sekolah, ini pertama kalinya banget bakal pergi sendiri, tanpa orang tua, tanpa seorangpun yang gw kenal, tinggal lama di negara orang, kenalan sama orang-orang baru and give impact to the society, wuih excited berat sih. oh iya, karena gw disana juga akan berperan sebagai ambassador alias representasi dari Indonesia kepada peserta-peserta dari negara lainnya, maka doakan saya supaya mereka bisa jadi tertarik sama Indonesia, hehehe. Yeah, can't wait for my life changing experience!
Minggu, 06 Maret 2011
Sandaran Hati
gw jadi mikir kalo ungkapan "mengerjakan segala sesuatu dengan mengharap ridho Allah" adalah sangat benar, kita emang harus ngelakuin segala sesuatu itu lillahita'ala, bukan cuma solat ama puasa aja yang lillahita'ala. coba kalo semua mengharapkan ridho Allah pasti ga akan ada murid yang belajar dan nyontek karena mereka tau kalo Allah ga akan ridho sama orang yang nyontek, ga akan ada juga yang korupsi atau melanggar peraturan lainnya.
seseorang lagi bilang, dia merasa sangat hancur ketika dia kehilangan pegangan, karena selama ini dia pegangan sama ceweknya, dan ketika cewek itu pergi dia gabisa berdiri di atas kakinya sendiri, menurut gw juga inilah kenapa kita gaboleh berpegangan sama sesuatu selain Allah, karena segala sesuatu itu fana cuma Allah yang abadi, kita gabakal kehilangan pegangan, ga bakal kehilangan alasan buat melakukan sesuatu selama kita berpegang sama Allah, selama kita melakukan sesuatu karena Allah, dan kita juga ga akan pernah dikecewakan.
kita boleh sayang ama sesuatu, percaya ama sesuatu, tapi bagaimana kita bisa bersandar sama sesuatu yang belom tentu bisa menopang dirinya sendiri juga kan? gw pernah kok ngalamin jatoh banget yang terpuruk banget karena terlalu sayang sama sesuatu, yah mungkin kalo yang baca udah dewasa bakal bilang "apaan sih nih anak kecil sotoy" tapi buat gw sih saat itu di usia segitu itu udah yang namanya falling down down down.
pasti indah banget ya, pengen deh jadi orang yang segala sesuatunya lillahita'ala bukan karena uang bukan karena nilai atau materi. pasti itu adalah orang yang ikhlas banget, sabar banget, sekaligus paling gigih, yang punya 18 sikap kaya di modulnya Al-Falah, dan memenuhi kriteria Qonaah. ih gila kapan gw kayak gitu ya? hahaha, tapi semoga aja bisa, semoga aja kita semua bisa. tapi kalo orang kaya gitu semua hakim kerjanya ngapain ya? polisi ngapain ya? udah ga butuh kali ya, hehehe.
Letto-Sandaran Hati
yakinkah ku berdiri
di hempa tanpa tepi
bolehkah aku
mendengarMu
tubuh dalam emosi
tak bisa bersembunyi
aku dan nafasku
merindukanMu
terpuruk ku di sini
terangi sepi
dan ku tahu pasti
Kau menemani
dalam hidupku
kesendirianku
teringat ku teringat
pada janjiMu ku terikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli ku peduli
siang dan malam yang berganti
pedihku ini tak ada arti
jika Kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
sandaran hati
inikah yang Kau mau
benarkah ini jalanMu
hanyalah Engkau yang ku tuju
pegang erat tanganku
bimbing langkah kakiku
aku hilang arah
tanpa hadirMu
dalam gelapnya
malam hariku
Minggu, 21 Maret 2010
We Learn to Love
Hari ini ada kejadian menarik
Tapi tampaknya tak bisa jadi konsumsi publik
Jadi mari kita skip saja
Pembicaraan ini berawal di plurk
Kalo mau tau plurk tuh di sebelah kanan blog saya ada plurk, klik aja.
Ada satu kalimat dari seorang senior saya yang menarik menurut saya, "perempuan itu belajar mencintai"
Kasusnya adalah kasus percintaan, dimana seorang kapten gagal mendaratkan pesawat cintanya di landasan hati seorang wanita (oke ini bahasanya jadi puitis bin rebek gini)
Back to topic, hemm, menurut saya pribadi "perempuan itu belajar mencintai" adalah benar, saya sih tipe orang yang memang kayanya belom pernah suka sama cowok karena ngeliat dia ganteng, terus saya juga ga ngefans sama artis siapa2 karena dia ganteng, dan saya juga gasuka sama orang karena dia ganteng, itu bonus aja hehehe. Toh kalo kita suka sama orang mau jelek juga pasti di mata kita ganteng ya gak?
Menurut saya sih cinta memang bisa dipelajari, saya sendiri cenderung tipe yang belajar buat suka sama orang, bukan yg sudden fall in love gitu, or wondering, saya udah pernah jatuh cinta belom ya? Tapi kalo sekedar suka yah pernahlah ya, namanya juga manusia normal, tapi saya punya pikiran untuk lebih ngebales orang yang suka sama kita aja daripada suka yang terus gajelas berujungnya dimana, misalnya karena suka sama orang yang terlalu jauh atau bahkan ga kenal sama sekali, saya pasti kalo suka sama orang itu yang udah kenal agak lama, yang lumayan deket, makanya saya bilang cinta dapat dipelajari, in case mami ngejodohin saya sama orang terus saya mungkin bisa belajar buat suka sama orang itu sejauh orang itu sayang sama saya, mungkin just love me and I'll love you back, hehehe.
Perempuan belajar mencintai, berarti ini ga cuma berlaku buat saya dong, tapi lebih general ke banyak perempuan walaupun ga semuanya sih, tapi kalo saya pikir sih mungkin karena kita makhluk berhati lembut jadi hey man you just need to treat us well and we will respect you, and maybe that respect could change into love if you show us more caring and loving (apadeh putri malem2 udah kacau) haha.
Mungkin beda sama cowok, cowok yang ambisius dengan target tertentu, kayaknya kalo belom dapet yang dia mauin pasti bakal terus kekeuh gigih buat dapetin itu gitu. Dan kalo belom dapetin yang mereka mau rasanya ga puas. (Maaf ya cowok2 saya menyotoy di tengah malam)
Kalo cewek kan lebih nrimo gitu, jadi intinya ya saya setuju dengan "perempuan belajar mencintai" karena menurut saya cinta itu memang bisa dipelajari, tapi bukan di bangku sekolah, haha.
Guten Abend
Aufwiedersehen

